Suara Tivi Jogja
Suara Tivi Jogja
Media independen yang menyajikan berita aktual, edukatif, dan terpercaya
Selamat datang di Suara Tivi Jogja 👉 Informatif - Inspiratif - Berimbang * / AIESEC in UPN "Veteran" Yogyakarta menggandeng media Suarativijogja //
PASANG IKLAN DI SINI






Sinergi KUA Pengasih dan Pendamping PKH: Soroti Akar Masalah Remaja Lewat Edukasi Pola Asuh di Majelis Taklim Az-Ziyadah

Sesi edukasi parenting yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, Muhammad Munawir, S.Ag., mengupas tuntas dampak fatal dari kesalahan pola asuh



Kulon
Progo,Suarativijogja.com – Pertemuan Peningkatan Kuat Kapasitas Keluarga (P2K2) Program Keluarga Harapan (PKH) yang terintegrasi dengan Majelis Taklim (MT) Az-Ziyadah KUA Pengasih berlangsung khidmat pada Senin (21/09/26) di Kopok Kulon. Agenda rutin ini tidak hanya berfokus pada administrasi bantuan sosial, tetapi juga memberikan pembekalan mendalam mengenai pola asuh anak (parenting) sebagai fondasi ketahanan keluarga.¹

Sesi edukasi parenting yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, Muhammad Munawir, S.Ag., mengupas tuntas dampak fatal dari kesalahan pola asuh orang tua terhadap perkembangan psikologis dan perilaku remaja. Terdapat empat poin kritis yang menjadi sorotan utama dalam materi tersebut diantaranya: Satu; Dampak Disharmonisasi Keluarga. Ketidakharmonisan orang tua menciptakan tekanan batin yang berat bagi anak. Kondisi ini memicu rasa tidak betah di rumah, munculnya kebencian pada orang tua, bahkan dalam jangka panjang berpotensi memicu penyimpangan orientasi seksual hingga trauma untuk menikah.

Dua; Minimnya Peran Orang Tua sebagai Sahabat dan Tempat Curhat. Ketika orang tua gagal menjadi sosok yang terpercaya dan solutif, anak mencari pelarian di luar rumah. Remaja putri menjadi rentan menjadi korban laki-laki tidak bertanggung jawab, sementara remaja putra berisiko terjerumus ke dalam pergaulan bebas, aksi kejahatan jalanan (klithih), hingga penyalahgunaan narkoba.

Tiga; Apatisme terhadap Kelelahan Fisik dan Mental Anak. Sering kali orang tua mengabaikan tingkat kelelahan fisik dan mental yang dialami anak dalam menjalani aktivitas harian mereka.

Empat; Tuntutan dan Target yang Berlebihan. Ekspektasi orang tua yang membebani tanpa memperhatikan batas kemampuan anak menjadi pemicu utama stres berlebih pada remaja.

Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., yang ditemui secara terpisah menegaskan pentingnya refleksi diri bagi setiap orang tua dalam membangun komunikasi yang sehat dengan anak. "Rumah seharusnya menjadi madrasah pertama sekaligus tempat paling aman dan nyaman bagi anak. Ketika komunikasi tersumbat dan keteladanan hilang, anak akan mencari figur lain di luar yang belum tentu membimbing mereka ke arah yang benar. Mengubah pola komunikasi serta mau mendengarkan keluh kesah anak adalah langkah awal mencegah berbagai kenakalan remaja yang marak terjadi saat ini," ujar Rangga.

Di sisi lain, Pendamping PKH, Emi Listiawati, S.Pd., turut mendampingi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam sesi pemutakhiran data. Ia mengawal langsung proses sinkronisasi data serta memastikan kelancaran pengecekan penerimaan bantuan sosial agar tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi kesejahteraan keluarga penerima.

Melalui kolaborasi antara KUA Pengasih dan pendamping PKH ini, diharapkan KPM tidak hanya berdaya secara ekonomi melalui bantuan sosial, tetapi juga tangguh secara mental dan spiritual dalam membina generasi muda yang berakhlak mulia.

(myid/Red)

Baca juga info Kuliner::

Posting Komentar