BANTUL, suarativijogja.com -- Blangkon merupakan penutup kepala khas budaya Jawa yang dikenal luas di wilayah Yogyakarta dan Surakarta. Di Dusun Pepe RT 01, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, terdapat seorang pengrajin blangkon bernama Nurdin yang telah menekuni usaha tersebut sejak tahun 2011.
Nurdin mengawali usahanya dari rumah dengan menerima berbagai pesanan blangkon, baik dari pelanggan perorangan maupun toko aksesoris pakaian adat Jawa.
Keahlian membuat blangkon diperolehnya saat mondok di Pondok Pesantren Mlangi pada tahun 1997 hingga 2001. Di sekitar lingkungan pondok pesantren tersebut terdapat sejumlah pengrajin blangkon yang kemudian menarik minatnya untuk belajar kerajinan tradisional tersebut.
“Saya belajar membuat blangkon ketika mondok di Ponpes Mlangi tahun 1997 sampai 2001. Waktu itu saya belajar langsung dari pengrajin blangkon yang ada di dekat pondok pesantren,” ujar Nurdin kepada jurnalis Suara Tivi Jogja (STJ).
Menurut Nurdin, dirinya tidak membuka kios ataupun etalase penjualan secara langsung. Selama ini ia lebih banyak mengerjakan pesanan sesuai permintaan pelanggan.
“Saya hanya mengerjakan sesuai pesanan, baik dari pelanggan perorangan maupun toko aksesoris pakaian Jawa,” tambahnya.
Di tengah usahanya mempertahankan kerajinan tradisional blangkon, Nurdin berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk membantu para pelaku usaha kecil seperti dirinya.
“Saya berharap pemerintah berkenan memberikan bantuan alat ataupun modal usaha untuk mendukung usaha pembuatan blangkon ini,” ujarnya menutup perbincangan.
(7ok/Red)
Baca juga info Kuliner::
- Nasi Daun Jeruk Kuliner Favorit Segala Kalangan
- Warung Soto Ana, Spesialis Soto Daging Sapi yang Legendaris di Bantul
Bagikan berita ini ke:
📘 Facebook | ✖ X | 💬 WhatsApp



Posting Komentar