Suara Tivi Jogja
Suara Tivi Jogja
Media independen yang menyajikan berita aktual, edukatif, dan terpercaya
Selamat datang di Suara Tivi Jogja 👉 Informatif - Inspiratif - Berimbang * /304 Personel Polda DIY Naik Pangkat
PASANG IKLAN DI SINI










JIKF 2026 Hadirkan Program Inovasi, Libatkan ratusan Relawan dan Delegasi dari 17 Negara

Melayang Bersama Keluarga Membentuk Generasi Emas yang Berkualitas.


Yogyakarta,Suarativijogja.com— Menjelang pelaksanaan Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026, menggelar Press Conference  pada Rabu,(1/7/ 2026) di Soeltan Cafe Yogyakarta oleh Komunitas Angkasa Satu  dihadiri oleh panitia, media, mitra pendukung, relawan, komunitas pelayang, serta tamu internasional. 

Memasuki penyelenggaraan yang ke-11, JIKF tahun ini mengusung tema “Melayang Bersama Keluarga Membentuk Generasi Emas yang Berkualitas.” Tema tersebut dipilih sebagai upaya menghadirkan festival yang tidak hanya menjadi ruang hiburan dan pertunjukan budaya, tetapi juga sebagai sarana edukasi, pengembangan kreativitas, serta pembentukan karakter generasi muda melalui seni layang-layang.

Lebih dari 1.000 pendaftar sukarelawan, panitia menetapkan 92 sukarelawan terpilih yang akan terlibat dalam mendukung seluruh rangkaian kegiatan festival. Secara keseluruhan, sekitar 400 orang akan terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.

JIKF 2026 juga akan menghadirkan peserta dan delegasi internasional dari 17 negara, termasuk kehadiran tamu dan komunitas pelayan dari Lithuania, sebagai bagian dari upaya memperkuat pertukaran budaya dan memperluas jejaring internasional melalui media layang-layang.

Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarjiyanto menyampaikan bahwa, "Tema Melayang Bersama Keluarga Membentuk Generasi Emas yang Berkualitas kami hadirkan karena kami ingin JIKF tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga menjadi media pembelajaran, kreativitas, dan pengalaman budaya yang dapat membentuk generasi muda yang berkualitas."

JIKF 2026 menghadirkan sejumlah program baru yang lebih menekankan aspek edukasi dan pengembangan kompetensi.

Salah satu program terbaru adalah Seminar dan Workshop Kite Aerial Photography, yaitu kegiatan fotografi udara menggunakan media layang-layang yang dikhususkan bagi masyarakat umum, pelajar, serta generasi muda untuk memperkenalkan pemanfaatan layang-layang dari sisi teknologi dan kreativitas. Program ini akan berlangsung pada 7–9 Juli 2026, dengan pelaksanaan workshop utama pada 8 Juli 2026.

“Kami ingin memperkenalkan bahwa layang-layang tidak hanya menjadi bagian dari budaya dan permainan tradisional, tetapi juga dapat berkembang menjadi media edukasi, teknologi, dan kreativitas,” tambah Anang.

Selain itu, JIKF 2026 juga menghadirkan inovasi baru melalui Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia (OLLANESIA) yang telah terkurasi sebagai bagian dari pusat prestasi nasional sehingga sertifikat peserta dapat dimanfaatkan sebagai pendukung penilaian akademik.

Kompetisi tersebut terbagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan jenjang pendidikan, TK – SD kelas 1–2 : mewarnai layang-layang, SD kelas 4–6 : seni lukis layang-layang SMP : merakit layang-layang.

Rangkaian kegiatan OLLANESIA akan dilaksanakan di kawasan Parangkusumo, Yogyakarta.

Tidak hanya fokus pada festival, JIKF 2026 juga menghadirkan pendekatan pembelajaran berbasis proyek melalui pelatihan keterampilan bagi pelajar tingkat SMA dengan harapan lulusan memiliki pengalaman dan kompetensi tambahan yang dapat dimanfaatkan di masa depan.

Ketua Umum Komunitas Angkasa Satu, RDA Yuristianto, menyampaikan bahwa JIKF selama 11 tahun terus berkembang melalui evaluasi dan inovasi agar tidak hanya menjadi festival budaya, tetapi juga ruang kolaborasi yang berdampak lebih luas.

“Kami selalu berupaya mengembangkan festival ini agar tidak hanya dikenal sebagai pertunjukan budaya, tetapi juga menjadi ruang edukasi, kolaborasi, dan internasionalisasi budaya Indonesia.”

Ia menambahkan bahwa tahun ini JIKF juga menghadirkan penguatan pengalaman wisata melalui berbagai aktivitas dan perjalanan budaya di beberapa wilayah Yogyakarta sebagai bagian dari pengenalan budaya kepada peserta internasional.

“Kami ingin Yogyakarta semakin dikenal melalui pengalaman yang lebih dekat dengan masyarakat dan budaya lokal sehingga festival ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta.”

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata DIY, Antarikso Trisno Wibowo, mengapresiasi, “Kehadiran 17 negara menjadi peluang besar untuk memperkuat pertukaran budaya sekaligus memperluas dampak ekonomi kreatif dan pariwisata daerah, penyelenggaraan JIKF di kawasan Parangkusumo diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata, menggerakkan perekonomian sekitar masyarakat, serta memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional."

Disampaikan pula oleh pelayang asal Lithuania, Saulė Varškevičiūtė, yang mengaku tertarik mengikuti festival karena undangan dari komunitas pelayang internasional sekaligus keinginannya untuk mengenal Indonesia secara langsung.

“Saya datang ke Indonesia karena ingin merasakan pengalaman secara langsung dan bertemu dengan para pelayang dari berbagai negara. Sejauh ini penyelenggara sangat ramah, suasana kotanya indah, dan saya sangat menikmati kuliner lokal di Yogyakarta,” ungkap Saulė.

Ia juga menyampaikan harapannya agar masyarakat Indonesia terus menjaga semangat kebersamaan dan melestarikan budaya layang-layang sebagai ruang yang mempertemukan banyak orang dari berbagai latar belakang.

“Teruslah saling menjaga dan terus menerbangkan layang-layang. Saya berharap semakin banyak orang dapat ikut berpartisipasi dan mengunjungi Jogja International Kite Festival di masa mendatang.”

JIKF 2026 juga menjalin kerja sama dengan Bluebird untuk mendukung akses transportasi menuju kawasan festival.

Melalui kolaborasi tersebut, pengunjung dapat memperoleh potongan harga hingga 20 persen untuk pemesanan melalui aplikasi MyBluebird menggunakan kode promo JIKF selama periode kunjungan menuju kawasan Parangkusumo pada 11–12 Juli 2026. Program tersebut berlaku untuk layanan transportasi reguler maupun armada premium guna meningkatkan kenyamanan perjalanan pengunjung.

Selain fasilitas transportasi, panitia juga menyiapkan berbagai merchandise resmi JIKF 2026 yang dapat diperoleh selama pelaksanaan acara sebagai bagian dari pengalaman festival.

Melalui berbagai program inovasi, keterlibatan generasi muda, kolaborasi lintas sektor, serta partisipasi internasional yang semakin luas, Jogja International Kite Festival 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang budaya tahunan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan dunia yang memperkenalkan Yogyakarta dan Indonesia melalui kreativitas, budaya, dan semangat kebersamaan.

(Mtp-7ok/Red)

Posting Komentar