Dalam dimensi penguatan spiritual, hadir sebagai pemateri yaitu Muhammad Munawir, S.Ag. Beliau mengusung tema yang sarat makna, yakni "Meneliti Hati untuk Meniti Jalan Ilahi". Dalam paparannya, Munawir mengupas tuntas tentang pentingnya menjaga kebersihan jiwa dari berbagai penyakit hati yang sering kali menggerogoti keimanan seorang Muslim secara perlahan.
Munawir menjabarkan ada enam penyakit hati yang kerap tidak disadari oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari yaitu: Pertama; tak peka terhadap dosa: Hilangnya rasa bersalah saat melakukan kemaksiatan atau kelalaian.
Kedua; Berilmu namun tidak beramal: Memiliki pemahaman agama tetapi tidak diimplementasikan dalam perilaku nyata. Ketiga; Beramal tidak ikhlas: Melakukan kebaikan demi mengharapkan pujian sesama makhluk, bukan karena Allah. Ke empat; Mendapat rezeki tak ingat Yang Memberi: Lalai bersyukur dan kufur nikmat atas segala kecukupan yang telah dianugerahkan.
Kelima; Banyak mengeluh: Kurang menerima ketetapan (qadha dan qadar) serta selalu merasa kurang. Ke-enam; Mengubur mayat tak ingat akhirat: Kerap menghadiri pemakaman namun gagal menjadikannya sebagai pengingat akan kematian dan kehidupan akhirat. "Hati adalah motor penggerak seluruh organ tubuh dan perilaku manusia. Jika hatinya sakit, maka tindakan yang keluar pun akan ikut menyimpang. Oleh karena itu, kita harus rutin meneliti isi hati kita agar tetap berada di jalan yang diridhai Allah," terang Munawir di hadapan para KPM yang menyimak dengan antusias.
Tak hanya memberikan siraman rohani, kegiatan SIKAP BAIK juga konsisten mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) bagi keluarga prasejahtera. Pada kesempatan yang sama, Pendamping PKH, Emi Sulistiawati, S.Pd., memberikan sosialisasi penting mengenai program Sekolah Rakyat.
Program ini dipaparkan sebagai solusi inklusif bagi KPM PKH untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak dan setara. Emi memotivasi para orang tua agar terus memprioritaskan pendidikan anak-anak mereka sebagai jembatan utama memutus mata rantai kemiskinan terstruktur di tingkat keluarga.
Dihubungi secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., memberikan penekanan berbeda terkait urgensi pelaksanaan program kali ini. Menurutnya, pembenahan karakter dan mentalitas masyarakat harus dimulai dari dua aspek mendasar: penataan hati dan akses pendidikan.
"Sinergi SIKAP BAIK di Kedungsari ini menyasar fondasi paling esensial dalam kehidupan manusia. Materi penataan hati dari penyuluh kami berguna untuk membersihkan mentalitas negatif dan membangun kesalehan personal. Sementara itu, sosialisasi Sekolah Rakyat dari rekan-rekan PKH hadir untuk membangun kesalehan sosial lewat pemenuhan hak pendidikan. KUA Pengasih berkomitmen penuh untuk terus menghadirkan layanan yang tidak hanya membimbing ritual keagamaan, tetapi juga ikut membangun ketahanan mental dan kecerdasan masyarakat secara holistik," Rangga.
Melalui pertemuan ini, KPM PKH Ngramang RT 19 diharapkan mampu membawa pulang bekal berharga; tidak hanya komitmen untuk menjaga kebersihan hati dalam pergaulan sehari-hari, tetapi juga semangat baru dalam mendorong pendidikan anak-anak demi masa depan yang lebih cerah.
(myid/Red)


Posting Komentar