Suara Tivi Jogja
Suara Tivi Jogja
Media independen yang menyajikan berita aktual, edukatif, dan terpercaya
Selamat datang di Suara Tivi Jogja 👉 Informatif - Inspiratif - Berimbang * / AIESEC in UPN "Veteran" Yogyakarta menggandeng media Suarativijogja / JIKF 2026 Hadirkan Program Inovasi, Libatkan ratusan Relawan dan Delegasi dari 17 Negara
PASANG IKLAN DI SINI









Jalan Menuju JIKF 2026 Pelayang Daerah Pemenang Pemilihan Tiket Emas Siap Hadapi Ajang Nasional

Rangkaian Road to Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 melalui Golden Ticket Selection resmi berakhir


Kulon Progo, Suarativijogja.com– Rangkaian Road to Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 melalui Golden Ticket Selection resmi berakhir di area persawahan Banaran, Galur, Kulon Progo, pada Minggu, (5/7/2026). Setelah melalui dua hari penilaian sejak Sabtu, (4/7/2026) yang berlangsung ketat, dewan juri menetapkan para juara terbaik yang mendapatkan Golden Ticket untuk tampil di Jogja International Kite Festival 2026 di Pantai Parangkusumo, Bantul, pada 11–12 Juli 2026.

JIKF 2026 semakin meriah dengan menghadirkan perlombaan tingkat daerah se-DIY dan sekitarnya. Festival dengan tajuk “Melayang Bersama Keluarga: Membentuk Generasi Emas yang Berbudaya dan Berinovasi” ini menggandeng pelayang lokal dalam acara Road to JIKF 2026 di Kulon Progo. Sesuai dengan temanya, lomba ini tidak hanya diadakan untuk orang dewasa melainkan anak-anak juga ikut serta di dalamnya. Terdapat beberapa kategori dalam lomba ini, yaitu kategori tradisional, kategori kreasi, pelatihan naga, dan pelatihan naga anak.
Golden Ticket Selection melalui ajang lomba layangan daerah se-DIY dan sekitarnya menjadi momentum para pelayan lokal untuk berkompetisi sekaligus memperkenalkan budaya melalui layang-layang. Persaingan dalam perlombaan ini kompetitif dengan diikuti 10 klub untuk kategori layangan tradisional, 6 klub untuk kategori layangan kreasi, 19 klub untuk kategori kereta naga dewasa, dan 7 klub untuk kategori kereta naga anak. Penentuan juara ditentukan oleh dewan juri dengan dua tahapan, yakni penilaian konstruksi layang-layang di darat dan performa saat diterbangkan di udara.

Seluruh peserta menampilkan karya dengan karakter dan identitas yang kuat, mulai dari layang-layang yang mengangkat motif budaya nusantara hingga karya kreasi dengan pendekatan artistik dan inovasi konstruksi yang beragam. Kondisi angin yang berubah sepanjang balapan juga menjadi tantangan tersendiri dalam memperebutkan juara 1 dan memenangkan Golden Ticket. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, kategori layang-layang tradisional berhasil dimenangkan oleh klub pelayang dari Yogyakarta dan daerah sekitarnya. Menariknya, juara favorit dalam ajang Road to JIKF 2026 ini diraih oleh para remaja dari klub Pelatuk Kite dari daerah Bantul, Yogyakarta.
Pemenang dengan kategori layangan tradisional, yaitu: Juara 1 oleh klub Ronggolawe dengan nama layangan Mandala berwarna,Juara 2 oleh klub Ronggolawe dengan nama layangan Owel, Juara 3 oleh klub PWM Kite dengan nama layangan Wijaya Kusuma.

Pemenang dengan kategori layang-layang kreasi, yaitu: Juara 1 oleh klub PWM Kite dengan karya Kencana Langit, Juara 2 oleh klub Mustika Team dengan karya Anoman, Juara 3 oleh klub PWM Kite dengan karya Drum.

Pemenang dengan kategori lomba kereta naga dewasa, yaitu: Juara 1 oleh klub Independent dengan karya Animasaka, Juara 2 oleh klub Santika Buwono dengan karya Naga Dewangkara, Juara 3 oleh klub Royal Team dengan karya Naga Krisna.

Pemenang dengan kategori lomba train naga anak, yaitu: Juara 1 oleh klub Bolo Srewu Kite dengan karya Nyai Ageng Serang, Juara 2 oleh klub Bolo Dewo dengan karya Kaiyang, Juara 3 oleh klub Nogo Ruwet dengan karya Grasesa.

Bagi para juara 1 setiap kategori lomba mendapatkan Golden Ticket untuk melayangkan karyanya di Jogja International Kite Festival 2026 di Parangkusumo. Akil salah satu pemenang golden ticket kategori lomba layangan kreasi dari klub PWM Kite dari Magelang menyampaikan kesiapannya mengikuti Jogja International Kite Festival 2026 di Parangkusumo.
"Untuk lombanya ini saya sangat apresiasi ya. Karena kan semua boleh ikut nggak hanya tim-tim besar. Ini kan nggak pakai undangan jadi semua bebas bisa mendaftar. " ujar Akil.

Ardi sebagai pembuat layangan yang menyabet juara 1 kategori layangan kreasi tersebut menambahkan terkait antusiasme timnya. Ia bersama tim PWM Kite sengaja membuat layangan bernama Kencana Langit untuk ikut melayang di perlombaan. Proses yang dibutuhkan dalam pembuatan layangan 2 dimensi tersebut selama kurang lebih satu bulan.
Para pemenang Golden Ticket Selection selanjutnya akan mewakili hasil seleksi daerah dan tampil di Jogja International Kite Festival 2026. Di sana, mereka akan berkompetisi dan berkolaborasi dengan pelayang nasional serta delegasi dari berbagai negara, sekaligus memperkenalkan kreativitas dan kekayaan budaya layang-layang Indonesia kepada dunia.

Bupati Kulon Progo, Agung Setiawan, mengapresiasi penyelenggaraan Road to JIKF 2026 yang dinilai mampu menghadirkan dampak ekonomi terutama bagi UMKM.
“Ternyata dari perhitungan statistik yang dilakukan secara cepat oleh panitia, ada lebih dari 15.000 pengunjung. Dan UMKM berputar, semua dagangan laris sehingga menjadikan event ini sebagai event yang bermanfaat. Tentunya event ini bisa didukung, dikembangkan, diperbaiki, untuk menjadi event yang lebih bergengsi, lebih besar, dan memberikan kebermanfaatan yang jauh lebih besar," ungkapnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, Golden Ticket Selection Road to JIKF 2026 menurut Agung memberikan dampak bagi UMKM dan perputaran perekonomian daerah sekitar. Hal serupa juga diungkapkan oleh Hermaparwati selaku pedagang UMKM di sekitar lokasi.
“Kalau pas ada event ini lumayan berdampak secara ekonomi. Maksudnya mending daripada hari-hari biasa,” ungkap Hermaprwati.

Stefani Heri Mulyanti selaku koordinator UMKM menyampaikan bahwa upaya menggandeng UMKM ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian sekitar. Meski demikian, banyak pedagang yang tidak bergabung dengan tenant resmi yang disediakan panitia karena sudah sejak awal berjualan di sekitar lokasi event. Hal ini menjadi bagian tanggung jawab pihak desa dan harapannya event ini dapat berdampak bagi seluruh perekonomian di lingkungan sekitar tempat perlombaan.
Dengan berakhirnya Golden Ticket Selection, rangkaian Road to JIKF 2026 berhasil menegaskan bahwa festival ini bukan hanya tentang kompetisi, melainkan juga ruang pembinaan, regenerasi, pelestarian budaya, dan diplomasi budaya melalui seni layang-layang.
(Mtp_7ok/Red)

Posting Komentar