Suara Tivi Jogja
Suara Tivi Jogja
Media independen yang menyajikan berita aktual, edukatif, dan terpercaya
Selamat datang di Suara Tivi Jogja 👉 Informatif - Inspiratif - Berimbang * / AIESEC in UPN "Veteran" Yogyakarta menggandeng media Suarativijogja / JIKF 2026 Hadirkan Program Inovasi, Libatkan ratusan Relawan dan Delegasi dari 17 Negara
PASANG IKLAN DI SINI








JIKF 2026 Cetak Juara Generasi Pelayang Muda Indonesia dan Jadi Peluang Prestasi Baru Bagi Pelajar

OLLANESIA menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian JIKF 2026 yang bertujuan mengenalkan olahraga dan seni layang-layang kepada generasi muda

Yogyakarta,Suatativijogja.com– Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 menjadi ajang lahirnya generasi pelayang muda Indonesia melalui penyelenggaraan Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia (OLLANESIA). Kompetisi ini berlangsung sejak hari pertama festival pada Sabtu (11/7/2026) hingga hari kedua, Minggu (12/7/2026), dengan melibatkan pelajar dari berbagai daerah.

OLLANESIA menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian JIKF 2026 yang bertujuan mengenalkan olahraga dan seni layang-layang kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan minat terhadap budaya permainan tradisional yang telah berkembang di Indonesia.

Pada hari kedua Terdapat 4 kategori dalam OLLANESIA ini, yaitu kategori merakit layang-layang jenjang SMP yang dihadiri oleh 3 tim, mewarnai tingkat TK yang diikuti oleh 14 peserta, mewarnai tingkat SD kelas 1-3 yang diikuti 20 peserta, dan melukis tingkat SD kelas 4-6 yang dihadiri oleh 19 peserta.
Ketua pelaksana kegiatan, Anang Sarjiyanto, mengungkapkan bahwa program ini sangat berpotensi dan melatih keterampilan anak. Melalui lomba ini, ia berharap anak-anak dapat kembali mengenal layangan dan mencintai budaya. Ia menilai bahwa bermain layang-layang bukan hanya sebuah permainan melainkan menjadi bagian dari aktivitas olahraga bahkan seni budaya.
“Harapannya kedepan dapat lebih banyak peserta yang hadir karena kegiatan ini sangat luar biasa karena dapat meningkatkan kreativitas dan juga keterampilan anak,” ujarnya terkait harapan untuk OLLANESIA kedepannya.
Selain itu, penyelenggaraan OLLANESIA 2026 juga mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, serta Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
Panitia menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta, orang tua, guru pendamping, sekolah, relawan, sponsor, pemerintah daerah, media, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia 2026.

Direktur Program OLLANESIA, Rizal Rusyadi, menyampaikan bahwa penyelenggaraan olimpiade ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya wadah kompetisi layang-layang bagi pelajar yang berkelanjutan di Indonesia.
“Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan melalui layang-layang. Di dalamnya terdapat nilai seni, budaya, sains, kreativitas, hingga karakter pendidikan. Harapannya OLLANESIA dapat menjadi agenda nasional yang mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, sekaligus mencintai budaya Indonesia.” tuturnya
Melalui OLLANESIA, diharapkan semakin banyak pelajar Indonesia yang mengenal layang-layang sebagai bagian dari identitas budaya bangsa sekaligus sarana mengembangkan kreativitas, inovasi, dan prestasi.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta menunjukkan kemampuan mereka dalam merakit layang-layang, mewarnai layang-layang, melukis layang-layang, hingga menerbangkan layang-layang sesuai kategori yang diperlombakan. Penilaian dilakukan oleh dewan juri berdasarkan sejumlah aspek sesuai dengan kriteria lomba yang diikuti oleh peserta.

Yunanto Buyung Mahendra, dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, selaku juri OLLANESIA kategori mewarnai dan melukis dari 3 kategori lomba menyampaikan apresiasinya terhadap para peserta lomba yang mempunyai daya kreativitas yang tinggi.
“Dari kategori melukis SD kelas 4-6 karena ide yang dituangkan sangat kreatif dan teknik yang digunakan melampaui bayangan kami (juri) untuk digunakan oleh anak di tingkat SD,” unjar beliau.
Buyung  juga menyampaikan bahwa lomba ini sangat layak untuk diteruskan dengan melihat semangat dan antusiasme dari peserta menjadi peluang baru ajang Olimpiade Layang-layang Pelajar Indonesia.
Pada hari terakhir JIKF 2026 ini sekaligus diumumkan para juara yang diserahkan langsung oleh RDA Yuristianto selaku ketua Angkasa Satu sebagai pihak penyelenggara, Anang Sarjiyanto sebagai ketua pelaksana JIKF 2026,  serta jajaran dari komunitas Angkasa Satu.
Para pemenang lomba OLLANESIA di JIKF 2026 mendapatkan berbagai hadiah apresiasi mulai dari juara 1 semua kategori yang mendapatkan Piala Putri Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, piagam penghargaan dari Puspresnas, paket Faber-Castell, dan sejumlah uang pembinaan. Selanjutnya, untuk juara 2 dan 3 memeroleh piala, piagam penghargaan dari Puspresnas, paket Faber-Castell, dan sejumlah uang pembinaan. Tidak hanya itu, untuk setiap kategori lomba juga memiliki juara harapan 1 sampai 5 dengan hadiah apresiasi berupa piala, piagam penghargaan dari Puspresnas, dan uang pembinaan.

Nayanika Alisha, sebagai pemenang kategori lomba mewarnai tingkat SD Kelas 1-3, mengekspresikan kegembiraannya mendapatkan juara 1 dalam lomba ini. Kartika, selaku wali dari Nayanika Alisha,  menyampaikan antusiasmenya sebagai orang tua dalam mendukung anak untuk mengikuti perlombaan mewarnai di acara JIKF 2026. Hal ini sekaligus menjadi simbol kesuksesan JIKF 2026 dalam mengusung tema melayang bersama keluarga.
“Lombanya menarik karena tidak seperti biasanya mewarnai di kertas biasa dan anak ingin mencoba hal baru dengan ikut lomba ini karena bentuknya layang-layang jadi kita dukung supaya menambah ilmu,” ungkapnya.

Penyelenggaraan OLLANESIA diharapkan tidak hanya memperkenalkan layang-layang kepada generasi muda melainkan berusaha menghasilkan pelajar berprestasi melalui festival ini. Lomba ini sekaligus menjadi wadah pembinaan berkelanjutan bagi pelajar yang memiliki minat dan bakat di bidang layang-layang baik itu dari sisi kesenian, olahraga, pengetahuan dan lainnya. Melalui kompetisi ini, para peserta juga didorong untuk mengembangkan sportivitas, kreativitas, melatih kepercayaan diri, bekerja sama, serta semangat melestarikan budaya layang-layang Indonesia.

Dengan hadirnya OLLANESIA dalam Jogja International Kite Festival 2026, penyelenggara berharap regenerasi komunitas pelayang dapat terus berjalan sehingga Indonesia memiliki bibit-bibit baru yang mampu berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

(Mtp/Red)

Posting Komentar