Suara Tivi Jogja
Suara Tivi Jogja
Media independen yang menyajikan berita aktual, edukatif, dan terpercaya
Selamat datang di Suara Tivi Jogja 👉 Informatif - Inspiratif - Berimbang * / AIESEC in UPN "Veteran" Yogyakarta menggandeng media Suarativijogja / JIKF 2026 Hadirkan Program Inovasi, Libatkan ratusan Relawan dan Delegasi dari 17 Negara
PASANG IKLAN DI SINI









JIKF 2026 Gandeng Mahasiswa UKDW dan Perkenalkan Kite Aerial Photography Melalui Pameran dan Workshop

Workshop Kite Aerial Photography (KAP) di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) pada Selasa (7/7/2026)



Yogyakarta
,Suarativijogja.com – Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 resmi membuka salah satu rangkaian acara menuju festival, yaitu Pameran dan Workshop Kite Aerial Photography (KAP) di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) pada Selasa (7/7/2026). Kegiatan yang akan berlangsung hingga Rabu (9/7/2026) ini, menggandeng mahasiswa dan didukung  langsung oleh Kementerian Pariwisata serta Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada kesempatan ini, pembukaan acara Pameran dan Workshop KAP Road to JIKF 2026 ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Angkasa Satu sebagai pihak penyelenggara JIKF 2026  bersama pihak Universitas Kristen Duta Wacana.


Berbeda dengan fotografi udara yang kini banyak memanfaatkan drone, KAP justru menggunakan kamera yang dipasang pada layang-layang. Teknik ini menekankan kemampuan membaca kondisi angin dan menjaga kestabilan layang-layang agar menghasilkan foto udara yang berkualitas. Kite Aerial Photography menjadi salah satu teknik seni fotografi baru yang ingin diperkenalkan kepada masyarakat terutama generasi muda melalui kerja sama dengan pihak UKDW.


Ketua Angkasa Satu, RDA Yuristianto, menyampaikan harapannya terkait penyelenggaraan pameran dan workshop ini agar bisa memperkenalkan KAP kepada masyarakat Jogja terutama para peminat seni fotografi. Ia juga menjelaskan bahwa acara ini menjadi salah satu misi memperkenalkan Kite Aerial Photography (KAP) kepada generasi muda melalui kampus terutama dengan melibatkan mahasiswa.

”Di Jogja, untuk KAP ini masih belum banyak dikenal. Oleh karena itu, kami berkolaborasi dengan adik-adik dari UKM Photography UKDW dan kami ingin mengajak generasi muda terlibat dan mengetahui bahwa ternyata ada banyak seni photography yang bisa dikembangkan dan salah satunya melalui layang-layang ini,” ungkapnya.


Pada proses pelaksanaannya, kegiatan ini menggandeng mahasiswa melalui kerja sama dengan pihak UKDW dan melibatkan UKM Duta Wacana Photography (DWPh) serta Program Studi Desain Produk Duta Wacana. Para mahasiswa juga menunjukkan antusiasnya dari proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan pameran dan workshop ini. Momen ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan layang-layang tidak hanya sebagai permainan tradisional, tetapi juga sebagai media berkarya dalam dunia fotografi udara kepada generasi muda.


Dr. Rosa Delima, S.Kom., M.Kom., selaku wakil rektor I UKDW mengatakan bahwa Pameran dan Workshop KAP menjadi hal yang sangat menarik terutama dikenalkan kepada mahasiswa sebagai bekal menghasilkan karya yang luar biasa.

”Untuk kegiatan hari ini kami sangat mengapresiasi dan ini menjadi pengetahuan baru bagi kita. Dari kegiatan ini harapannya bisa memperkaya kita untuk mendapatkan karya yang unik dan menarik dengan teknik ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan workshop Kite Aerial Photography yang berlangsung pada 7 Juli 2026, penyelenggara menghadirkan Dr. Ir. Martinus S.T., M.Sc. (Peneliti Auto Kite Aerial Photography) dan Ir. Anshori Djausal, M.T. (Praktisi dan pengembang Auto Kite Aerial Photography). Selama mengikuti workshop, peserta tidak hanya memeroleh materi mengenai sejarah dan teknik KAP, tetapi juga berkesempatan mengikuti demonstrasi praktik secara langsung.

Ir. Anshori Djausal, M.T., selaku praktisi dan pengembang KAP di Indonesia menyampaikan kegiatan ini memiliki nilai positif karena  dimulai dari kampus dengan melibatkan mahasiswa. Banyak bidang yang dapat diperdalam melalui KAP ini, mulai dari bidang seni, sains, dan pengembangan pengetahuan. 

Workshop KAP ini dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, umum, hingga pelayang internasional. Salah satu pelayang internasional dari  Lebanon, Shameem, menyampaikan harapannya untuk KAP di Indonesia.

“Saya harap kegiatan ini (KAP) bisa tetap bertahan dan tetap berjalan karena ini adalah kegiatan yang sangat bagus. Mungkin ini bisa menjadi sebuah kompetisi untuk menangkap gambar dengan menggunakan layangan, angin, dan banyak lagi,” ungkapnya.

Selain workshop, JIKF 2026 juga memperkenalkan KAP melalui pameran seni fotografi. Pameran ini dapat dinikmati mulai dari tanggal 7 Juli-9 Juli 2026 di atrium gedung Agape, Universitas Kristen Duta Wacana, mulai pukul 10.00-16.00 WIB. Pengunjung dapat menikmati berbagai karya hasil foto udara yang diambil menggunakan teknik Kite Aerial Photography beserta perangkat yang digunakan. Pameran ini terbuka secara gratis untuk umum  sehingga masyarakat dapat mengenal lebih dekat perkembangan fotografi udara berbasis layang-layang.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa hingga masyarakat umum dapat diajak untuk memahami bahwa layangan tidak hanya sebatas permainan tradisional biasa melainkan menjadi wujud perpaduan antara budaya, seni, serta teknologi. Pameran dan Workshop Kite Aerial Photography ini sekaligus menjadi salah satu bagian dari Road to Jogja International Kite Festival 2026 di Pantai Parangkusumo pada 11–12 Juli 2026 mendatang.

(Mtp/Red)


Posting Komentar