Suara Tivi Jogja
Suara Tivi Jogja
Media independen yang menyajikan berita aktual, edukatif, dan terpercaya
Selamat datang di Suara Tivi Jogja 👉 Informatif - Inspiratif - Berimbang * / AIESEC in UPN "Veteran" Yogyakarta menggandeng media Suarativijogja / JIKF 2026 Hadirkan Program Inovasi, Libatkan ratusan Relawan dan Delegasi dari 17 Negara
PASANG IKLAN DI SINI








MPLS Hari Ketiga TK Kartini Sragan, Permainan Tradisional Jadi Media Belajar dan Lestarikan Budaya

Materi MPLS Ramah 2026 TK Kartini Sragan Bantul difokuskan pada pembiasaan sholat berjamaah serta pengenalan permainan tradisional.

BANTUL – Suarativijogja.com -- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari ketiga di TK Kartini Sragan diisi dengan kegiatan mengenalkan berbagai permainan tradisional kepada para peserta didik baru, Rabu, (15/7/2026).

Kegiatan hari ketiga ini berbeda dengan dua hari sebelumnya. Pada hari pertama, anak-anak dikenalkan dengan lingkungan sekolah, pembiasaan sholat, serta pengenalan diri. Sementara pada hari kedua, mereka mengikuti pembiasaan sholat berjamaah, Senam Anak Indonesia Hebat, dan bermain bebas.

Pada hari ketiga, materi MPLS difokuskan pada pembiasaan sholat berjamaah serta pengenalan permainan tradisional. Setelah seluruh kegiatan selesai, anak-anak menikmati bekal makan siang yang dibawa dari rumah masing-masing.

Kepala TK Kartini Sragan, Latief Wulandari, S.Pd., mengatakan pengenalan permainan tradisional bertujuan agar anak-anak mengenal sekaligus mencintai budaya warisan leluhur.

"Hari ketiga ini kami memfokuskan pembelajaran pada pengenalan permainan dan dolanan tradisional. Kami ingin anak-anak mengenal berbagai permainan zaman dulu, seperti engkling, lepetan, jamuran, dakon, cublak-cublak suweng, sandal teklek, hingga permainan dari daun singkong yang dapat dibuat menjadi kalung maupun orang-orangan," jelasnya.

Permainan Dakon (7ok/dok)

Menurutnya, permainan tradisional tidak hanya melestarikan budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa, tetapi juga mengajarkan anak-anak untuk lebih dekat dengan lingkungan sekitar.

"TK Kartini memiliki slogan Kreatif Bermain, Cerdas Berpikir. Melalui berbagai permainan tradisional ini kami berharap anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, peduli lingkungan, serta memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik untuk masa depan," tambahnya.

Permainan Tradisional Jamuran (7ok/dok)

Wulan, sapaan akrab Kepala TK Kartini, berharap seluruh peserta didik memperoleh bekal yang bermanfaat sehingga mampu menjalani kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang.

Sementara itu, guru kelas Lyra, Ita Wijayanti, mendemonstrasikan pembuatan permainan tradisional otok-otok yang terbuat dari tulang daun pisang. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap penjelasan.

Demo pembuatan Otok-otok (7ok/dok)

"Pada MPLS hari ketiga ini kami mengenalkan permainan tradisional seperti dakon, engkling, jamuran, ular naga, dan otok-otok. Anak-anak terlihat heran ketika melihat kecik, dakon, dan otok-otok yang bisa berbunyi karena sebagian besar belum pernah melihat maupun memainkannya," ujar Ita.

Ia menambahkan, anak-anak terlihat gembira karena dapat bermain sambil berinteraksi langsung dengan teman-temannya. Selain itu, mereka juga belajar mengenal berbagai benda yang ada di lingkungan sekitar sebagai media bermain.

Bermain Cublak-cublak suweng (7ok/dok)

Kegiatan MPLS hari ketiga ditutup dengan makan bersama menggunakan bekal yang dibawa dari rumah, kemudian dilanjutkan dengan sesi refleksi sebelum anak-anak pulang.


(7ok/Red.)

Baca juga :

Posting Komentar