Bantul, suarativijogja.com Pemerintah Kabupaten Bantul kembali menggelar prosesi adat tahunan siraman atau jamasan pusaka Tombak Kyai Agnya Murni. Prosesi yang menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya bangsa ini berlangsung khidmat di kediaman resmi Rumah Dinas Bupati Bantul pada Rabu (15/7/2026).
Pejabat pemangku kepentingan yang hadir dengan mengenakan busana adat Jawa lengkap. Prosesi penjamasan diawali dengan dikeluarkannya pusaka Tombak Kyai Agnya Murni, pusaka yang melambangkan kesucian dan pemerintahan yang bersih.
Bupati Bantul, H.Abdul Halim Muslih dalam sambutannya menyampaikan bahwa,"Kabupaten Bantul dilakukan acara siraman pusaka Kyai Agnya Murni pusaka milik kabupaten Bantul paringan dalem Sri Sultan Hamengkubuwono ke-10 yang sudah menjadi tradisi setiap tahun dalam rangkaian hari jadi ini kita menggelar tradisi siraman, bahwa siraman ini merupakan lambang bahwa kita harus memiliki jiwa bersih raga, pikiran dan hati. Karena kita sebagai warga Bantul yang diwarisi oleh para leluhur yaitu budaya Satria. Aparatur Negara, aparatur birokrasi pemerintah Kabupaten Bantul agar terus-menerus melakukan perbaikan-perbaikan. Sebelum memperbaiki daerah-daerah, kita juga harus menyadari bahwa memperbaiki diri sendiri itu langkah yang pertama.Hari jadi Kabupaten Bantul yang ke-195 di tahun 2026. Kita mengambil temacn.mmx 'Darmaning Satrio akaryo raharjaning Nagari', bahwa seorang Satria ini haruslah bermanfaat bagi masyarakat Jadi untuk apa untuk raharjaning Nagari untuk kemajuan dan kemakmuran daerah dan seluruh warganya". Tuturnya.
Acara yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan ini ditutup dengan doa bersama lintas sektor demi keselamatan, kedamaian, serta kemakmuran seluruh warga masyarakat Kabupaten Bantul di masa mendatang.
(STJ/Red)




Posting Komentar