Suara Tivi Jogja
Suara Tivi Jogja
Media independen yang menyajikan berita aktual, edukatif, dan terpercaya
Selamat datang di Suara Tivi Jogja 👉 Informatif - Inspiratif - Berimbang * / AIESEC in UPN "Veteran" Yogyakarta menggandeng media Suarativijogja / JIKF 2026 Hadirkan Program Inovasi, Libatkan ratusan Relawan dan Delegasi dari 17 Negara /299 Siswa Tantama Resmi Mulai Pendidikan di SPN Selopamioro Polda DIY
PASANG IKLAN DI SINI








Peserta iGV Belajar Batik Paku dari Pengrajin di RTHP Taman Purwokinanti

Kerja sama AIESEC iGV UPN Veteran Yogyakarta 2026 dengan UMKM Batik Paku Purwokinanti sebagai bagian dari pengenalan budaya Indonesia

YOGYAKARTA, Suarativijogja.com – Sebanyak 20 peserta iGV Summer Peak On the Map 2026 mengikuti pelatihan Batik Paku di Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) Taman Purwokinanti, Kemantren, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Rabu, (30/7/2026). Kegiatan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut merupakan hasil kerja sama AIESEC dengan UMKM Batik Paku Purwokinanti sebagai bagian dari pengenalan budaya Indonesia kepada peserta.

Peserta terdiri atas 18 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia serta dua peserta internasional. Mereka mendapat kesempatan belajar langsung teknik membatik yang unik dari Wistri Mantono (67), pengrajin Batik Paku yang telah mengembangkan kerajinan tersebut sejak tahun 1993.

Westri Mantono (Foto : 7ok/Dok)

Berbeda dengan batik pada umumnya yang menggunakan canting sebagai alat utama, Batik Paku memiliki ciri khas pada proses pembuatannya, yaitu menggores lapisan malam menggunakan paku untuk membentuk motif sebelum proses pewarnaan dilakukan.

Dalam penjelasannya, Wistri Mantono memaparkankan tahapan pembuatan Batik Paku, mulai dari menyiapkan kain mori, membuat desain motif, melapisi kain dengan malam, menggores motif menggunakan paku, memberi warna, merebus kain untuk melepaskan malam, hingga mengulangi proses membatik dan pewarnaan beberapa kali untuk menghasilkan motif yang khas dan kaya warna.

Elis Nur peserta dari Turkiye (Foto: 7ok/dok)

Setelah mendengarkan pemaparannya, para peserta diberi kesempatan mencoba secara langsung teknik menggores menggunakan paku pada kain batik dengan pendampingan dari Wistri Mantono dan tim UMKM Batik Paku Purwokinanti.

Menurut Wistri Mantono, kegiatan seperti ini menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan Batik Paku kepada generasi muda maupun peserta internasional.

Pemaparsn Batik Paku (Foto: 7ok/dok)

"Kalau mereka ingin belajar mengenai Batik Paku ini saya persilakan. Nanti akan saya demonstrasikan, dan saya persilakan mencoba," ujar Wistri Mantono.

Ia menambahkan, "Batik Paku selama ini juga kerap diperkenalkan kepada wisatawan mancanegara sebagai salah satu bentuk promosi budaya sekaligus upaya melestarikan warisan batik khas Yogyakarta".

Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mempelajari teknik pembuatan Batik Paku, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenal salah satu karya kreatif masyarakat Purwokinanti yang telah berkembang selama lebih dari tiga dekade. Diharapkan pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk semakin menghargai dan ikut memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.


(7ok/Red)

Posting Komentar