Suara Tivi Jogja
Suara Tivi Jogja
Media independen yang menyajikan berita aktual, edukatif, dan terpercaya
Selamat datang di Suara Tivi Jogja 👉 Informatif - Inspiratif - Berimbang * / AIESEC in UPN "Veteran" Yogyakarta menggandeng media Suarativijogja / JIKF 2026 Hadirkan Program Inovasi, Libatkan ratusan Relawan dan Delegasi dari 17 Negara /299 Siswa Tantama Resmi Mulai Pendidikan di SPN Selopamioro Polda DIY
PASANG IKLAN DI SINI









Sinergi Pusaka Sakinah dan SIKAP BAIK KUA Pengasih Edukasi KPM Gunung Pentul tentang Ilmu dan Peluang KIP Kuliahtr

Komitmen KUA Pengasih dalam membina dan memberdayakan masyarakat terus diperkuat melalui integrasi dua program utamanya

Kulon
Progo,Suarativijogja.Com (KUA Pengasih) – Komitmen KUA Pengasih dalam membina dan memberdayakan masyarakat terus diperkuat melalui integrasi dua program utamanya, yaitu Pusaka Sakinah (Pusat Layanan Keluarga Sakinah) dan SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya Agamis Inklusif). Sinergi ini kembali diwujudkan dalam pertemuan bersama Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Dusun Gunung Pentul, Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo, pada Senin (20/07/26).

Pertemuan berkala yang sarat akan pesan edukatif ini berlangsung di kediaman Ibu Munzanah, lingkungan RT 036 Gunung Pentul.

Dalam sesi bimbingan keagamaan Pusaka Sakinah dan SIKAP BAIK, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos. dan Mukhyidin, S.Kom., menyampaikan pentingnya kedudukan ilmu dalam ajaran Islam. Pembahasan merujuk pada maqolah (kata mutiara) masyhur dari Imam Syafi'i:

"Man arada dunya fa’alaihi bil ilmi, man arada akhirat fa’alaihi bil ilmi, man aradahuma fa’alaihima bil ilmi"
(Barang siapa yang menginginkan kebahagiaan dunia maka hendaklah dengan ilmu, barang siapa yang menginginkan kebahagiaan akhirat maka hendaklah dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya, maka wajib baginya memiliki ilmu).

Mukhyidin dan Musodiqin menekankan bahwa ilmu adalah fondasi utama bagi sebuah keluarga untuk keluar dari keterbelakangan dan mencapai derajat keberkahan hidup. Dengan ilmu, setiap tantangan ekonomi maupun persoalan rumah tangga dapat disikapi secara bijak dan rasional.

Pesan spiritual mengenai pentingnya menuntut ilmu tersebut selaras dengan pemaparan dari Pendamping PKH, Yulianti Retno Wibowo. Yulianti menyosialisasikan peluang emas bagi anak-anak KPM PKH untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi melalui program KIP Kuliah.

Ia menjelaskan bahwa anak-anak dari keluarga penerima PKH masuk dalam prioritas utama penerima KIP Kuliah karena telah terdaftar dalam DTKS, pemegang PIP, serta pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). "Orang tua dari KPM PKH tidak perlu berkecil hati terkait biaya pendidikan tinggi anak-anaknya. Melalui program KIP Kuliah, penerima manfaat dibebaskan dari biaya pendaftaran seleksi masuk kampus, bebas biaya kuliah sampai lulus, serta mendapatkan bantuan biaya hidup bulanan. Ini adalah kesempatan luar biasa agar anak-anak kita bisa meraih sarjana," papar Yulianti memotivasi para peserta.

Dihubungi secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., menyampaikan penekanan khusus terkait integrasi layanan Pusaka Sakinah dan SIKAP BAIK dalam kegiatan di Gunung Pentul ini. "Prinsip ajaran Imam Syafi'i yang disampaikan oleh tim penyuluh kami menemukan wujud nyatanya dalam program KIP Kuliah ini. Kami di KUA Pengasih melalui Pusaka Sakinah ingin memastikan bahwa keluarga sakinah tidak hanya diukur dari ketenangan ibadah, tetapi juga dari ikhtiar memajukan kualitas pendidikan anak-anaknya. Peluang KIP Kuliah adalah jembatan konkret untuk memutus mata rantai kemiskinan struktural di masyarakat melalui jalur ilmu. Kami terus mendorong KPM PKH agar mantap mendampingi anak-anak mereka menuntut ilmu setinggi-tingginya," tegas Rangga.

Melalui sinergi ini, para KPM PKH Dusun Gunung Pentul RT 036 Karangsari tidak hanya dibekali pemahaman keagamaan yang mendalam, tetapi juga mendapatkan optimisme dan jalan terang untuk masa depan pendidikan anak-anak mereka.

(myid/Red)

Posting Komentar