Pertemuan berkala yang sarat akan pesan edukatif ini berlangsung di kediaman Ibu Munzanah, lingkungan RT 036 Gunung Pentul.
Dalam sesi bimbingan keagamaan Pusaka Sakinah dan SIKAP BAIK, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos. dan Mukhyidin, S.Kom., menyampaikan pentingnya kedudukan ilmu dalam ajaran Islam. Pembahasan merujuk pada maqolah (kata mutiara) masyhur dari Imam Syafi'i
"Man arada dunya fa’alaihi bil ilmi, man arada akhirat fa’alaihi bil ilmi, man aradahuma fa’alaihima bil ilmi"
(Barang siapa yang menginginkan kebahagiaan dunia maka hendaklah dengan ilmu, barang siapa yang menginginkan kebahagiaan akhirat maka hendaklah dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya, maka wajib baginya memiliki ilmu).
Mukhyidin dan Musodiqin menekankan bahwa ilmu adalah fondasi utama bagi sebuah keluarga untuk keluar dari keterbelakangan dan mencapai derajat keberkahan hidup. Dengan ilmu, setiap tantangan ekonomi maupun persoalan rumah tangga dapat disikapi secara bijak dan rasional.
Pesan spiritual mengenai pentingnya menuntut ilmu tersebut selaras dengan pemaparan dari Pendamping PKH, Yulianti Retno Wibowo. Yulianti menyosialisasikan peluang emas bagi anak-anak KPM PKH untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi melalui program KIP Kuliah.
Ia menjelaskan bahwa anak-anak dari keluarga penerima PKH masuk dalam prioritas utama penerima KIP Kuliah karena telah terdaftar dalam DTKS, pemegang PIP, serta pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). "Orang tua dari KPM PKH tidak perlu berkecil hati terkait biaya pendidikan tinggi anak-anaknya. Melalui program KIP Kuliah, penerima manfaat dibebaskan dari biaya pendaftaran seleksi masuk kampus, bebas biaya kuliah sampai lulus, serta mendapatkan bantuan biaya hidup bulanan. Ini adalah kesempatan luar biasa agar anak-anak kita bisa meraih sarjana," papar Yulianti memotivasi para peserta.
Dihubungi secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., menyampaikan penekanan khusus terkait integrasi layanan Pusaka Sakinah dan SIKAP BAIK dalam kegiatan di Gunung Pentul ini. "Prinsip ajaran Imam Syafi'i yang disampaikan oleh tim penyuluh kami menemukan wujud nyatanya dalam program KIP Kuliah ini. Kami di KUA Pengasih melalui Pusaka Sakinah ingin memastikan bahwa keluarga sakinah tidak hanya diukur dari ketenangan ibadah, tetapi juga dari ikhtiar memajukan kualitas pendidikan anak-anaknya. Peluang KIP Kuliah adalah jembatan konkret untuk memutus mata rantai kemiskinan struktural di masyarakat melalui jalur ilmu. Kami terus mendorong KPM PKH agar mantap mendampingi anak-anak mereka menuntut ilmu setinggi-tingginya," tegas Rangga.
Melalui sinergi ini, para KPM PKH Dusun Gunung Pentul RT 036 Karangsari tidak hanya dibekali pemahaman keagamaan yang mendalam, tetapi juga mendapatkan optimisme dan jalan terang untuk masa depan pendidikan anak-anak mereka.(lua/mel)
[26/7, 13.52] Lu@z Luazizah: Dorong Semangat Perubahan dan Kejujuran Pendataan, Program Pusaka Sakinah dan SIKAP BAIK Edukasi KPM Kedungsogo
Kulon Progo (KUA Pengasih) – Kehadiran program Pusaka Sakinah dan SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya Agamis Inklusif) KUA Pengasih terus konsisten membawa ruang edukasi yang mencerahkan bagi masyarakat. Mengintegrasikan bimbingan mental-spiritual dengan kedisiplinan berbangsa, kegiatan berkala kali ini digelar bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Dusun Kedungsogo, Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo, pada Selasa (21/07/26).
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut bertempat di kediaman Ibu Kliyem, lingkungan RT 031/RW 015, Kedungsogo. Dalam sesi bimbingan kerohanian, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Mukhyidin, S.Kom. bersama Muhammad Musodiqin, S.Sos., menyampaikan tadabbur Al-Qur'an dengan membedah makna mendalam dari Surah Ar-Ra'd ayat 11: "Innallaaha laa yughayyiru maa biqaumin ḫattaa yughayyiruu maa bi anfusihim"
(Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri).
Penyuluh menjelaskan bahwa ayat ini menjadi lecutan motivasi bagi setiap individu untuk terus berikhtiar secara aktif. Nasib serta kondisi kehidupan baik ataupun buruk sangat bergantung pada kesungguhan usaha manusia itu sendiri. Jika ingin lepas dari kesulitan ekonomi dan meraih kemajuan, perubahan harus dimulai dari perbaikan sikap, pola pikir, dan tindakan nyata dari dalam diri sendiri.
Menyambung semangat perubahan dan integritas tersebut, Pendamping PKH Kapanewon Pengasih, Eny Puri Rahayu, mengedukasi warga terkait pentingnya mendukung kelancaran proses pendataan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Eny mengimbau seluruh KPM PKH untuk menyambut petugas BPS dengan tangan terbuka serta memberikan informasi data ekonomi keluarga secara jujur dan transparan tanpa ada yang ditutupi. "Data yang akurat dari BPS sangat menentukan potret kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya. Kejujuran kita saat diwawancarai petugas BPS sangat penting agar kebijakan dan bantuan sosial pemerintah bisa tepat sasaran serta benar-benar menjangkau warga yang paling membutuhkan," imbau Eny.
Dihubungi secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., menyampaikan penekanan khusus terkait keselarasan pesan moral dan sosial dalam kegiatan di Kedungsogo ini.
"Prinsip utama Surah Ar-Ra'd ayat 11 menekankan pentingnya ikhtiar mandiri dan mentalitas pantang menyerah. Namun, upaya mengubah nasib menjadi lebih baik harus tetap berpijak pada nilai kejujuran. Sikap kooperatif dan jujur para KPM saat menerima petugas BPS adalah wujud nyata dari keimanan yang diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa. Kami di KUA Pengasih sangat mendukung keterpaduan materi ini agar masyarakat tidak hanya memiliki etos kerja yang tinggi untuk bertransformasi secara ekonomi, tetapi juga menjaga integritas moral agar setiap rezeki dan bantuan yang diterima membawa keberkahan," tegas Rangga.
Melalui pertemuan ini, para KPM PKH Kedungsogo RT 031 diharapkan semakin terpacu untuk berbenah diri menuju kemandirian, sekaligus senantiasa mengedepankan kejujuran dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat.
(Myid/Red)


Posting Komentar