Suara Tivi Jogja
Suara Tivi Jogja
Media independen yang menyajikan berita aktual, edukatif, dan terpercaya
Selamat datang di Suara Tivi Jogja 👉 Informatif - Inspiratif - Berimbang * / AIESEC in UPN "Veteran" Yogyakarta menggandeng media Suarativijogja / JIKF 2026 Hadirkan Program Inovasi, Libatkan ratusan Relawan dan Delegasi dari 17 Negara
PASANG IKLAN DI SINI








Siswa SMK N 2 Pengasih Dibekali Metode Akurasi Arah Kiblat oleh KUA Pengasih

Kehadiran tim KUA Pengasih di lokasi kedua ini disambut hangat oleh jajaran pendamping keagamaan SMK N 2 Pengasih

Kulon
Progo,Suarativijogja.com (KUA Pengasih) — Usai sukses menggelar kegiatan serupa di pagi hari, tim Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih melanjutkan estafet edukasi falakiahnya pada Rabu (15/07/26) siang. Kali ini, giliran siswa-siswi SMK N 2 Pengasih yang mendapatkan pembekalan intensif mengenai pemanfaatan fenomena alam Rashdul Kiblat untuk menguji akurasi arah kiblat secara presisi.

Kehadiran tim KUA Pengasih di lokasi kedua ini disambut hangat oleh jajaran pendamping keagamaan SMK N 2 Pengasih, yakni Muslim Badrudin, S.Ag., Dwi Hidayah Santosa, S.Ag., dan Rahmaning Putri Fada, S.Ag. Sinergi ini menjadi bukti nyata kolaborasi yang kuat antara praktisi keagamaan dan institusi pendidikan dalam membumikan ilmu falak praktis di kalangan pelajar.


Rangkaian sosialisasi siang itu dirancang agar para siswa tidak hanya menjadi penonton, melainkan pelaku aktif dalam memanfaatkan momentum astronomis yang langka ini:

Sesi pertama dibuka oleh Basuki, S.Ag. yang mengupas tuntas latar belakang keilmuan di balik fenomena Rashdul Kiblat. Ia memaparkan bagaimana matahari yang melintas tepat di atas Ka'bah menjadi instrumen alam paling akurat dan mudah digunakan oleh siapa saja tanpa alat modern yang rumit. Rashdul kinkat ini terjadi dua kali dalam setahun yaitu di bulan Mei dan Juli. 

Menjawab tantangan zaman, Luazizah, S.H.I. dan Khanifah Lillah Rohmah, A.Md. memandu para siswa melakukan registrasi akun secara digital. Melalui sistem ini, setiap siswa yang nantinya berhasil mempraktikkan dan melaporkan hasil pengukuran mandiri berhak mendapatkan sertifikat digital resmi dari Kementerian Agama RI.

Memasuki fase aplikatif, para siswa diajak melakukan simulasi langsung. Sesi teknis ini dipandu oleh Muhammad Musodiqin, S.Sos. bersama Muhammad Munawir, S.Ag., yang membimbing siswa memahami cara kerja bayangan benda tegak lurus dalam menentukan koordinat kiblat yang tepat.

Mengingat fenomena alam ini terjadi pada Rabu, 15 Juli dan Kamis, 16 Juli pukul 16.27 WIB, para guru pendamping, Muslim Badrudin, S.Ag., Dwi Hidayah Santosa, S.Ag., dan Rahmaning Putri Fada, S.Ag., secara aktif mengimbau seluruh siswa untuk tidak melewatkan momentum tersebut dan melakukan pengamatan langsung secara mandiri di rumah masing-masing pada jam yang telah ditentukan.

Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., M.S.I., M.S.I., memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi tim serta sambutan luar biasa dari keluarga besar SMK N 2 Pengasih. Dalam statemennya, beliau menegaskan pentingnya literasi ini bagi generasi muda:

"Kami sangat mengapresiasi antusiasme yang ditunjukkan oleh siswa-siswi serta dukungan penuh dari para guru pendamping di SMK N 2 Pengasih. Edukasi Rashdul Kiblat ini adalah upaya kami menjembatani sains astronomi dengan syariah secara praktis. Melalui program sertifikasi digital yang kami integrasikan, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang aplikatif sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab keagamaan di tengah masyarakat, dimulai dari lingkungan rumah para siswa masing-masing." ujar Rangga. 

Melalui kegiatan estafet ini, KUA Pengasih berharap edukasi falakiah tidak lagi dianggap sebagai ilmu yang rumit, melainkan sebuah keterampilan praktis yang menyenangkan dan bermanfaat langsung bagi ibadah sehari-hari.

(Myid/Red)

Posting Komentar