Suara Tivi Jogja
Suara Tivi Jogja
Media independen yang menyajikan berita aktual, edukatif, dan terpercaya
Selamat datang di Suara Tivi Jogja 👉 Informatif - Inspiratif - Berimbang * / AIESEC in UPN "Veteran" Yogyakarta menggandeng media Suarativijogja / JIKF 2026 Hadirkan Program Inovasi, Libatkan ratusan Relawan dan Delegasi dari 17 Negara
PASANG IKLAN DI SINI








Tim Yudhistira Sleman Raih Piala Raja, JIKF 2026 Resmi Ditutup

Puncak penutupan ditandai dengan pengumuman para pemenang kompetisi. Penghargaan tertinggi, yakni Piala Raja JIKF 2026.


BANTUL, Suarativijogja.com– Rangkaian Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026, resmi ditutup di Pantai Parangkusumo, Bantul, Minggu (13/7). Festival layang-layang internasional yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan delegasi dari 17 negara, puluhan komunitas layang-layang nasional, serta ribuan wisatawan yang memadati kawasan wisata Pantai Parangkusumo.

Memasuki penyelenggaraan ke-11, JIKF 2026 diselenggarakan oleh Komunitas Angkasa Satuyang diketuai oleh RDA Yuristianto. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui Event by Indonesia, Dinas Pariwisata DIY, Pemerintah Kabupaten Bantul, serta berbagai mitra dan sponsor. Kehadiran peserta dari 17 negara menjadi bukti bahwa JIKF terus berkembang sebagai salah satu festival budaya bertaraf internasional yang tidak hanya mempromosikan destinasi wisata Yogyakarta, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.

Puncak penutupan ditandai dengan pengumuman para pemenang kompetisi. Penghargaan tertinggi, yakni Piala Raja JIKF 2026 berhasil diraih oleh Rendy dari Tim Yudhistira, Sleman melalui karya Train Naga.

“ Ini merupakan kali kelima saya mengikuti Jogja International Kite Festival, dan akhirnya tahun ini bisa meraih Piala Raja. Tentu rasanya sangat bangga dan bersyukur karena persiapan yang kami lakukan selama kurang lebih dua bulan bersama Tim Yudhistira akhirnya membuahkan hasil," ujar Rendy.

Layangan tersebut mengangkat motif Candi Prambanan dan batik khas Yogyakarta sebagai simbol pelestarian budaya lokal yang dipadukan dengan kreativitas seni layang-layang.

Selain Piala Raja, panitia juga mengumumkan para juara pada berbagai kategori perlombaan. Kategori Tradisional dimenangkan oleh Pelayang Cilacap, kategori 2 Dimensi diraih Komam Kite, kategori 3 Dimensi dimenangkan Fakta Club, kategori Train diraih Cakra Jawa Tengah, sedangkan kategori Rokkaku dimenangkan oleh Tatto Kite.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap peserta internasional, panitia turut menyerahkan cenderamata kepada delegasi dari 17 negara yang berpartisipasi dalam JIKF 2026. Momen tersebut berlangsung meriah ketika seluruh delegasi tampil mengenakan busana tradisional khas negara masing-masing, mencerminkan keberagaman budaya yang menjadi ciri khas festival.

Panitia juga memberikan Special Awards kepada sejumlah delegasi internasional, di antaranya Vietnam sebagai Best Performance. Jerman sebagai Best Kite, Haiti sebagai Best Performance Most Expressive dan Chinasebagai Best Performance – Traditional Kite

Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarijiyanto, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan festival tahun ini.

“Secara keseluruhan penyelenggaraan JIKF 2026 berakhir dengan sangat memuaskan. Baik peserta internasional maupun nasional merasa senang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Harapan kami, JIKF dapat terus berkembang dengan kualitas yang semakin baik serta mendapat dukungan yang lebih besar agar mampu menjadi festival layang-layang bertaraf dunia," ujarnya.

Selama dua hari penyelenggaraan, JIKF 2026 menghadirkan berbagai kegiatan seperti Ollanesia (Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia), kompetisi layang-layang nasional dan internasional, Night Flying Kite Show, pertunjukan budaya, pameran UMKM, hingga riset pariwisata.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, Komunitas Angkasa Satu, pelaku usaha, relawan, dan masyarakat, JIKF kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ikon pariwisata budaya Indonesia yang mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif sekaligus mempererat persahabatan antarbangsa melalui seni layang-layang.

(STJ/Red)

Posting Komentar