Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih menyampaikan materi bimbingan rohani bertajuk "Kemelekatan Terhadap Dunia Membawa Sengsara". Mengutip hadis riwayat Tirmidzi, "Ahbib habibaka haunan ma, 'asa an yakuna baghidaka yauman ma" (Cintailah kekasihmu secukupnya, bisa jadi suatu hari ia menjadi orang yang kau benci), jamaah diajak untuk menerapkan prinsip sak madya atau proporsional dalam mencintai materi maupun kehidupan duniawi. Sikap tidak berlebihan ini dinilai menjadi kunci utama dalam meraih ketenangan jiwa dan membangun ketahanan keluarga yang sakinah.
Tak hanya santapan rohani, para peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH juga mendapatkan edukasi fisik dari Pendamping PKH, Emi Listiawati, S.Pd. Ia menekankan krusialnya menjaga pola hidup sehat serta mengimbau jamaah untuk aktif menghadiri Posyandu Lansia secara rutin demi memantau kesehatan sejak dini.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya sinergi lintas sektor ini. "Pendampingan Pusaka Sakinah yang diintegrasikan dengan program PKH merupakan langkah nyata kami dalam menyentuh dua aspek krusial masyarakat: kesehatan mental-spiritual dan kesehatan fisik. Kami berharap pemahaman agama yang moderat dipadu dengan kesadaran hidup sehat mampu melahirkan keluarga-keluarga yang tangguh, sejahtera, dan bertaqwa di wilayah Pengasih," ujar Rangga.
Melalui kegiatan terpadu ini, KUA Pengasih berharap nilai-nilai kesederhanaan dan kepedulian terhadap kesehatan dapat terus mengakar dalam kehidupan sehari-hari warga Tegalperang dan sekitarnya.(KUA Pengasih Gelar Pendampingan Pusaka Sakinah dan Edukasi Kesehatan Bagi KPM PKH Tawangsari
Kulon Progo (KUA Pengasih) – Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih kembali menunjukkan komitmennya dalam membina mental spritual sekaligus kesejahteraan masyarakat. Melalui kolaborasi antara Penyuluh Agama Islam dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), kegiatan Sikap Baik dan Pendampingan Pusaka Sakinah sukses digelar di Majelis Ta’lim Az-Ziyadah, kediaman Ibu Sukaryanti, Tegalperang, Kalurahan Tawangsari, Kamis (06/08/26).
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih menyampaikan materi bimbingan rohani bertajuk "Kemelekatan Terhadap Dunia Membawa Sengsara". Mengutip hadis riwayat Tirmidzi, "Ahbib habibaka haunan ma, 'asa an yakuna baghidaka yauman ma" (Cintailah kekasihmu secukupnya, bisa jadi suatu hari ia menjadi orang yang kau benci), jamaah diajak untuk menerapkan prinsip sak madya atau proporsional dalam mencintai materi maupun kehidupan duniawi. Sikap tidak berlebihan ini dinilai menjadi kunci utama dalam meraih ketenangan jiwa dan membangun ketahanan keluarga yang sakinah.
Tak hanya santapan rohani, para peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH juga mendapatkan edukasi fisik dari Pendamping PKH, Emi Listiawati, S.Pd. Ia menekankan krusialnya menjaga pola hidup sehat serta mengimbau jamaah untuk aktif menghadiri Posyandu Lansia secara rutin demi memantau kesehatan sejak dini.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya sinergi lintas sektor ini. "Pendampingan Pusaka Sakinah yang diintegrasikan dengan program PKH merupakan langkah nyata kami dalam menyentuh dua aspek krusial masyarakat: kesehatan mental-spiritual dan kesehatan fisik. Kami berharap pemahaman agama yang moderat dipadu dengan kesadaran hidup sehat mampu melahirkan keluarga-keluarga yang tangguh, sejahtera, dan bertaqwa di wilayah Pengasih," ujar Rangga.
Melalui kegiatan terpadu ini, KUA Pengasih berharap nilai-nilai kesederhanaan dan kepedulian terhadap kesehatan dapat terus mengakar dalam kehidupan sehari-hari warga Tegalperang dan sekitarnya
(myid/red)


Posting Komentar