Suara Tivi Jogja
Suara Tivi Jogja
Media independen yang menyajikan berita aktual, edukatif, dan terpercaya
Selamat datang di Suara Tivi Jogja 👉 Informatif - Inspiratif - Berimbang * / AIESEC in UPN "Veteran" Yogyakarta menggandeng media Suarativijogja //
PASANG IKLAN DI SINI







KUA Pengasih Dorong Penguatan Keimanan Jamaah Langgar Al Hidayah Lewat Amalan Shalawat

Pengajian rutinan yang diselenggarakan setiap malam Selasa Pahing sebagai wadah pembinaan mental-spiritual masyarakat.



Kulon
Progo, Suarativijogja.com-Suasana khidmat menyelimuti Langgar Al Hidayah, Dusun Klegen, Sendangsari, Pengasih, pada Senin malam (17/08/26) pukul 20.00 WIB. Warga dan jamaah setempat tampak antusias mengikuti agenda pengajian rutinan yang diselenggarakan setiap malam Selasa Pahing sebagai wadah pembinaan mental-spiritual masyarakat.

Hadir memberikan tausiyah dalam majelis tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos. Dalam paparan materinya, beliau mengulas secara mendalam mengenai kedahsyatan amalan membaca shalawat Nabi berdasarkan landasan riwayat Hadits An-Nasa’i: “Siapa saja yang membaca shalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh dosanya, dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan.” (HR. An-Nasa’i)

Melalui kutipan hadits tersebut, Muhammad Musodiqin, S.Sos, memaparkan tiga keutamaan utama bagi pengamal shalawat: Pertama; Keberkahan dan Rahmat: Mendapatkan penghormatan dan balasan berkali-kali lipat langsung dari Allah SWT. Kedua; Pembersih Noda Dosa: Menjadi sarana pengampunan dan peluruhan atas kekhilafan yang dilakukan sehari-hari. Ketiga; Elevasi Derajat: Diangkat kedudukan serta martabatnya di sisi Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat.


Pengurus Langgar Al Hidayah, Suroso, menyampaikan apresiasi atas konsistensi jamaah serta kehadiran Penyuluh Agama Islam yang senantiasa mendampingi kegiatan warga. "Kegiatan pengajian rutinan malam Selasa Pahing ini kami selenggarakan sebagai sarana memupuk keimanan dan ketaqwaan warga. Lebih dari itu, kami ingin menumbuhkan rasa kecintaan (mahabbah) yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW melalui pembiasaan memperbanyak shalawat di tengah masyarakat," tutur Suroso.

Menanggapi geliat keagamaan di wilayah Sendangsari tersebut, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I, M.S.I, memberikan penegasan mengenai peran strategis majelis berbasis tempat ibadah lokal. "Langgar dan mushalla di dusun-dusun adalah benteng pertahanan spiritual masyarakat yang paling akar rumput. KUA Pengasih akan terus mendukung penuh kegiatan syiar Islam yang konsisten seperti ini, karena dari majelis shalawat yang rutin inilah lahir masyarakat yang teduh, berkarakter mulia, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kedamaian dalam kehidupan berbangsa," pungkas Rangga.

(myid/Red)

Posting Komentar