Kulon Progo, Suarativijogja.Com (KUA Pengasih) – Menjaga kesehatan fisik sekaligus mengokohkan ketahanan spiritual para lansia menjadi fokus kolaborasi dalam kegiatan Pusaka Sakinah di Padukuhan Jamus. Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih hadir mendampingi Majelis Taklim (MT) Lansia Menur Jamus dalam rangkaian program Sekolah Lansia pada Rabu (19/08/26).
Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan rutin oleh kader posyandu, dilanjutkan pembinaan keagamaan oleh KUA Pengasih, dan ditutup dengan sesi materi fasilitasi pengelolaan stres.
Kader Posyandu Menur, Tri Wahyuni, menjelaskan mekanisme layanan terpadu yang diterapkan untuk para lansia. "Sekolah Lansia ini kami mulai dengan pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Nanti disambung materi spiritual dari KUA, dan diakhiri dengan materi penguatan mental dari fasilitator agar para lansia mendapatkan pelayanan yang holistik," jelas Tri Wahyuni.
Dari sisi pendampingan program, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Tri Daelan, mengapresiasi keaktifan para peserta dan berharap program ini terus berjalan secara berkelanjutan. "Kami sangat mengharapkan Sekolah Lansia di Jamus ini dapat berjalan terus. Meskipun materi dan kurikulum yang disusun tergolong ringan sesuai kategori Strata 1, manfaatnya sangat besar untuk menjaga kualitas hidup para lansia," ungkap Tri Daelan.
Guna menjaga kesehatan mental para lansia, Fasilitator Sekolah Lansia, Triyatmi, menekankan pentingnya manajemen stres di usia senja melalui interaksi sosial. "Bagaimana lansia merespon pemicu stres secara positif menjadi poin penting. Salah satu langkah paling efektif adalah dengan memperbanyak silaturahim dan berkumpul dalam kegiatan positif seperti ini," tutur Triyatmi.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag, menyampaikan materi keagamaan bertajuk "Tansah Semelah, Tansah Semeleh" dengan membiasakan bacaan Bismillah dan doa dalam setiap perbuatan. "Membaca Bismillah dan berdoa adalah bentuk adab paling mendasar kepada Allah SWT Yang Maha Pemberi. Bertambahnya usia memang mengurangi kekuatan fisik, namun kita harapkan sisi spiritualnya justru semakin kuat dan matang sebagai bekal terbaik saat sowan menghadap Allah SWT kelak," paparnya di hadapan para jemaah lansia.
Ditemui secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor yang terjalin dalam program Pusaka Sakinah tersebut. "Program Pusaka Sakinah tidak hanya menyasar pasangan muda, tetapi juga memberikan perhatian khusus pada lansia melalui pendekatan ketahanan keluarga berdimensi spiritual. Kolaborasi KUA bersama kader kesehatan dan PLKB dalam Sekolah Lansia ini adalah wujud hadirnya negara untuk memastikan para lansia kita tetap sehat, bahagia, berakhlak mulia, dan memiliki ketenangan jiwa di masa tuanya," tegas Yusma.
Suasana pembinaan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Lewat pendekatan terpadu ini, para lansia di Padukuhan Jamus diharapkan mampu menjalani masa tua dengan sehat secara fisik, tangguh secara mental, dan mantap secara spiritual.
(myid/Red)


Posting Komentar