BANTUL,Suarativijogja.com - Sebanyak sekitar 150 peserta Jalan Juang Divhubinter Polri 2026 akan menjalani rangkaian kegiatan di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut berlangsung selama sepekan, mulai Sabtu (5/9/2026) hingga Jumat (11/9/2026).
Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., CPHR., mengatakan kegiatan Jalan Juang tersebut merupakan rangkaian pembinaan dan latihan yang akan berlangsung di sejumlah wilayah Bantul. Para peserta akan menjalani long march dengan jarak puluhan kilometer serta sejumlah materi dan simulasi lapangan.
"Rangkaian Jalan Juang Divhubinter Polri tahun 2026 akan dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bantul dengan melibatkan kurang lebih 150 peserta. Kegiatan ini berlangsung beberapa hari dan akan diisi dengan long march, latihan lapangan, serta kegiatan pembaretan sebagai puncaknya," kata Ihsan.
Selanjutnya pada Minggu (6/9) dini hari, peserta tiba di kawasan Kretek untuk mengikuti tahapan awal kegiatan. Sekitar pukul 06.00 WIB, peserta akan memulai long march menuju kawasan Pantai Parangtritis dengan jarak kurang lebih 14 kilometer.
Setelah tiba di area camp, peserta akan mendirikan tenda dan beristirahat. Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan materi navigasi darat dan evaluasi kegiatan sebelum peserta kembali beristirahat.
"Kami sudah berkoordinasi dengan jajaran terkait agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman dan tertib. Karena kegiatan melibatkan peserta dalam jumlah cukup banyak dan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, aspek keselamatan serta kelancaran lalu lintas menjadi perhatian," ujar Ihsan.
Pada Senin (7/9), peserta akan mengikuti berbagai simulasi latihan di kawasan Kretek dan sekitar camp. Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga malam dan diisi sejumlah materi latihan lapangan serta pembinaan kemampuan peserta.
Kemudian pada Selasa (8/9), peserta kembali menjalani long march dengan jarak kurang lebih 20 kilometer menuju titik transit di SPN Selopamioro. Rute perjalanan akan melewati sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul sebelum peserta bermalam di lokasi tersebut.
"Untuk masyarakat yang berada di sekitar lokasi kegiatan, kami mengimbau agar tetap beraktivitas seperti biasa dan mengikuti arahan petugas apabila terdapat pengaturan di lapangan. Kami juga meminta seluruh peserta memperhatikan keselamatan selama mengikuti rangkaian kegiatan," terang Ihsan.
Rangkaian latihan berlanjut pada Rabu (9/9). Peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan latihan di SPN Selopamioro, kemudian melanjutkan long march sekitar 13 kilometer hingga menuju wilayah Purwosari.
Pada Kamis (10/9), peserta akan kembali ke kawasan camp Parangtritis. Mereka kemudian menjalani gladi upacara tradisi pembaretan yang menjadi salah satu agenda utama rangkaian Jalan Juang.
Malam harinya, peserta dijadwalkan mengikuti malam keakraban atau panggung prajurit di area camp Parangtritis.
Puncak kegiatan berlangsung pada Jumat (11/9). Peserta akan mengikuti upacara tradisi pembaretan di kawasan camp Parangtritis sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah seluruh rangkaian selesai, peserta dijadwalkan kembali menuju Pusmis pada siang harinya.
Acara puncak pembaretan rencananya dihadiri oleh pejabat utama jajaran kepolisian dan instansi terkait. Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dijadwalkan hadir dalam konfirmasi tentatif. Selain itu, kegiatan turut dihadiri Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol. Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H., Kapolda DIY Irjen Pol. Anggoro Sukartono, S.I.K., Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K., serta jajaran pejabat utama Divhubinter Polri dan Polda DIY.
Unsur pimpinan daerah setempat juga dijadwalkan hadir memenuhi undangan, seperti Bupati Bantul, Kapolres Bantul, Kapolres Gunungkidul, Dandim 0729/Bantul, Kepala BPBD DIY, Danposal Samas, Panewu Kretek, hingga jajaran Muspika dan Lurah Parangtritis.
Ihsan menegaskan Polda DIY bersama jajaran terkait akan melakukan pengamanan dan pengaturan selama kegiatan berlangsung, khususnya pada titik-titik yang menjadi lokasi perlintasan peserta.
"Kami dari Polda DIY bersama jajaran akan memastikan kegiatan berjalan aman, lancar, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, serta unsur terkait terus dilakukan selama seluruh rangkaian kegiatan," pungkasnya.
(STJ/Red)



Posting Komentar