Kulon Progo,Suarativijogja.com.(Puskesmas Pengsih II) – Sinergi lintas sektor antara Puskesmas Pengasih II dan Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih terus menunjukkan dampaknya bagi penguatan karakter dan kesehatan pelajar. Memasuki hari kedua pelaksanaan pada Selasa (15/09/2026), kegiatan terpadu Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Layanan Konsultasi Syariah secara intensif menyasar 252 siswa kelas X SMA Negeri 1 Pengasih.
Sebanyak 7 kelas tingkat awal menjadi fokus pemeriksaan medis terstruktur. Tim medis Puskesmas Pengasih II bergerak cepat melakukan pendataan serta pengambilan sampel laboratorium bagi para peserta didik baru guna mengidentifikasi potensi gangguan kesehatan sejak dini.
Kepala Puskesmas Pengasih II, dr. Yusniar Ridani, memaparkan fokus intervensi medis yang dilakukan pada hari kedua beserta tujuannya bagi tumbuh kembang remaja.
"Puskesmas Pengasih II bersama dengan KUA Pengasih mengadakan CKG Anak Sekolah di SMAN 1 Pengasih. Di hari ke-2 ini menyasar kelas X sebanyak 7 kelas. Di kelas X ini akan dilakukan pemeriksaan laboratorium Hb untuk siswa putri dan gula darah untuk siswa putra dan putri, dengan tujuan mendeteksi dini risiko anemia pada remaja putri serta memantau profil metabolisme gula darah. Penanganan anemia krusial agar konsentrasi dan stamina belajar siswa tetap optimal. Apabila dalam alur skrining ini ditemukan indikasi masalah kecemasan atau beban psikologis, siswa langsung kami arahkan ke tim KUA untuk mendapatkan pendampingan mental dan konseling syariah," urai dr. Yusniar.
Skema rujukan langsung dari tim medis ke jajaran Penyuluh Agama Islam dan Penghulu KUA Pengasih ini menjadi wujud nyata penanganan remaja yang komprehensif, menghubungkan indikator kesehatan fisik dengan ketahanan spiritual.Secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., menegaskan komitmen lembaganya dalam mengawal fase transisi para siswa kelas X agar memiliki benteng moral yang kuat.
"Siswa kelas X berada pada periode krusial adaptasi lingkungan dan pencarian jati diri. Melalui kolaborasi program CKG ini, KUA Pengasih hadir memberikan ruang konsultasi yang kondusif. Kami tidak hanya menginginkan para pelajar sehat secara fisik berdasarkan hasil skrining medis, tetapi juga memiliki kematangan emosional, pemahaman agama yang inklusif, serta ketahanan mental dalam menghadapi berbagai dinamika remaja," tegas Rangga.
Rangkaian pelayanan terpadu kesehatan fisik dan bimbingan mental-kerohanian ini akan berlanjut hingga hari ketiga untuk menyempurnakan seluruh tahapan pemetaan kesehatan siswa di SMAN 1 Pengasih.
(myid/Red)



Posting Komentar