KULON PROGO, Suarativijogja.com — Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih bersama Program Keluarga Harapan (PKH) terus memperkuat sinergi melalui inovasi Sikap Baik (Sinergi KUA dan PKH Berdaya Agamis Inklusif).
Kegiatan pendampingan kali ini mengarah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Padukuhan Gletak, Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo, Kamis (24/9/2026) pukul 11.00 WIB.
Bertempat di kediaman Tri Suyatmi, RT 035 Gletak, kegiatan tersebut dipandu Pendamping PKH Eny Puri Rahayu dan menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos.
Dalam pemaparannya, Eny Puri Rahayu menyampaikan pentingnya pengelolaan sampah mulai dari tingkat rumah tangga, khususnya bagi warga KPM PKH.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang dilakukan secara terencana tidak hanya bermanfaat bagi kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Melalui pembentukan kelompok pengelola sampah atau bank sampah, KPM PKH diharapkan dapat memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos., memperkuat materi tersebut melalui pendekatan ajaran Islam.
Ia mengingatkan pesan Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim: “Kesucian adalah setengah dari iman.”(HR. Muslim)
“Menjaga kebersihan bukan sekadar urusan estetika lingkungan, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari pengamalan iman seorang muslim. Diharapkan melalui pemahaman hadis ini, tumbuh kesadaran kolektif dari warga KPM untuk membiasakan hidup bersih, baik dalam menjaga kebersihan diri maupun lingkungan permukiman,” jelas Musodiqin.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., turut memberikan apresiasi atas keberlanjutan program Sikap Baik yang memadukan wawasan lingkungan dengan nilai-nilai keagamaan.
“Program Sikap Baik hadir sebagai ruang sinergi yang inklusif untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan warga KPM. Melalui edukasi pengolahan sampah yang diselaraskan dengan nilai kebajikan agama, kami berharap masyarakat dapat membangun lingkungan permukiman yang bersih, sehat, dan berdaya secara mandiri,” ungkap Rangga.
Melalui kegiatan Sikap Baik tersebut, diharapkan kesadaran warga Padukuhan Gletak dalam memilah dan mengolah sampah semakin meningkat. Edukasi ini sekaligus diharapkan dapat memperkuat pola hidup bersih dan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
(Myid/Red)



Posting Komentar